CLICKBANK

http://d27c05pjnd7ix86irj7gscznec.hop.clickbank.net/?tid=KD63K93B

Senin, 23 Juli 2012

Ceritakan pada Dunia Untukku

Ceritakan pada Dunia Untukku

 
Sekitar 14 tahun yang lalu, aku berdiri menyaksikan para mahasiswaku
berbaris memasuki kelas untuk mengikuti kuliah pertama tentang
teologi iman.
Pada hari itulah untuk pertama kalinya aku melihat Tommy. Dia sedang
menyisir rambutnya yang terurai sampai sekitar 20 cm dibawah bahunya.
Penilaian singkatku: dia seorang yang aneh? sangat aneh.
 
Tommy ternyata menjadi tantanganku yang terberat. Dia terus-menerus
mengajukan keberatan.
Dia juga melecehkan tentang kemungkinan Tuhan mencintai secara tanpa
pamrih.
 
Ketika dia muncul untuk mengikuti ujian di akhir kuliah, dia bertanya
Dengan agak sinis, "Menurut Pastor apakah saya akan pernah menemukan
Tuhan?"
Tidak," jawabku dengan sungguh-sungguh.
 
"Oh," sahutnya.
 
"Rasanya Anda memang tidak pernah mengajarkan bagaimana menemukan
Tuhan."
Kubiarkan dia berjalan sampai lima langkah lagi dari pintu, lalu
kupanggil.
"Saya rasa kamu tak akan pernah menemukan-Nya. Tapi, saya yakin
Dialah yang akan menemukanmu."
 
Tommy mengangkat bahu, lalu pergi.
 
Aku merasa agak kecewa karena dia tidak bisa menangkap maksud
kata-kataku.
Kemudian kudengar Tommy sudah lulus, dan saya bersyukur.
 
Namun kemudian tiba berita yang menyedihkan: Tommy mengidap kanker
Yang sudah parah. Sebelum saya sempat mengunjunginya, dia yang lebih dulu menemui saya. Saat dia melangkah masuk ke kantor saya, tubuhnya sudah menyusut, dan rambutnya yang panjang sudah rontok karena pengobatan dengan kemoterapi.
 
Namun, matanya tetap bercahaya dan suaranya, untuk pertama kalinya,
terdengar tegas. "Tommy ! Saya sering memikirkanmu. Katanya kamu
sakit keras?" tanyaku langsung. 
"Oh ya, saya memang sakit keras. Saya menderita kanker. Waktu saya hanya tinggal beberapa minggu lagi."
 
"Kamu mau membicarakan itu?"
 
"Boleh saja. Apa yang ingin Pastor ketahui?"
 
"Bagaimana rasanya baru berumur 24 tahun, tapi kematian sudah
menjelang?"
Jawabnya, "Ini lebih baik ketimbang jadi lelaki berumur 50 tahun
Namun mengira bahwa minum minuman keras, bermain perempuan, dan memburu
Harta adalah hal-hal yang 'utama' dalam hidup ini."
 
Lalu dia mengatakan mengapa dia menemuiku.
"Sesuatu yang Pastor pernah katakan pada saya pada hari terakhir
Kuliah Pastor. Saya bertanya waktu itu apakah saya akan pernah menemukan Tuhan, dan Pastor mengatakan tidak. Jawaban yang sungguh mengejutkan saya.
Lalu, Pastor mengatakan bahwa Tuhanlah yang akan menemukan saya. Saya sering memikirkan kata-kata Bapak itu, meskipun pencarian Tuhan yang saya lakukan pada masa itu tidaklah sungguh-sungguh.
"Tetapi, ketika dokter mengeluarkan segumpal daging dari pangkal
Paha saya",
Tommy melanjutkan "dan mengatakan bahwa gumpalan itu ganas, saya pun
Mulai serius melacak Tuhan.
Dan ketika tumor ganas itu menyebar sampai ke organ-organ vital,saya
benar-benar menggedor-gedor pintu surga.
 
Tapi tak terjadi apa pun.."
 
Lalu, saya terbangun di suatu hari, dan saya tidak lagi berusaha keras
mencari-cari pesan itu. Saya menghentikan segala usaha itu. Saya memutuskan untuk tidak peduli sama sekali pada Tuhan, kehidupan setelah
kematian, atau hal-hal sejenis itu."
 
"Saya memutuskan untuk melewatkan waktu yang tersisa melakukan hal-hal
penting," lanjut Tommy. "Saya teringat tentang Pastor dan kata-kata
Pastor yang lain: Kesedihan yang paling utama adalah menjalani hidup tanpa mencintai. Tapi hampir sama sedihnya, meninggalkan dunia ini tanpa mengatakan pada orang yang saya cintai bahwa kau mencintai mereka.
 
Jadi saya memulai dengan orang yang tersulit: ayah saya.
"Ayah Tommy waktu itu sedang membaca koran saat anaknya menghampirinya."
"Pa, aku ingin bicara." "Bicara saja." "Pa, ini penting sekali."
Korannya turun perlahan 8 cm. "Ada apa?" "Pa, aku cinta Papa. Aku hanya ingin Papa tahu itu." Tommy tersenyum padaku saat mengenang saat itu. "Korannya jatuh ke lantai. Lalu ayah saya melakukan dua hal yang seingatku belum pernah dilakukannya. Ia menangis dan memelukku.
Dan kami mengobrol semalaman, meskipun dia harus bekerja besok paginya."
 
"Dengan ibu saya dan adik saya lebih mudah," sambung Tommy. "Mereka
Menangis bersama saya, dan kami berpelukan, dan berbagi hal yang kami
Rahasiakan bertahun-tahun. Saya hanya menyesalkan mengapa saya harus menunggu sekian lama. Saya berada dalam bayang-bayang kematian, dan saya baru memulai terbuka pada semua orang yang sebenarnya dekat dengan saya.
 
"Lalu suatu hari saya berbalik dan Tuhan ada di situ. Ia tidak datang
Saat saya memohon pada-Nya. Rupanya Dia bertindak menurut kehendak-Nya
Dan pada waktu-Nya. Yang penting adalah Pastor benar. Dia menemukan saya bahkan setelah saya berhenti mencari-Nya."
 
"Tommy," aku tersedak,
 
"Menurut saya, kata-katamu lebih universal daripada yang kamu sadari.
Kamu menunjukkan bahwa cara terpasti untuk menemukan Tuhan adalah bukan
Dengan membuatnya menjadi milik pribadi atau penghiburan instan saat
membutuhkan, melainkan dengan membuka diri pada cinta kasih."
 
"Tommy," saya menambahkan, "boleh saya minta tolong? Maukah kamu datang
Ke kuliah teologi iman dan mengatakan kepada para mahasiswa saya apa
Yang baru kamu ceritakan?"
 
Meskipun kami menjadwalkannya, ia tak berhasil hadir hari itu. Tentu
saja, karena ia harus berpulang. Ia melangkah jauh dari iman ke visi. Ia menemukan kehidupan yang jauh lebih indah daripada yang pernah dilihat mata kemanusiaan atau yang pernah dibayangkan.
 
Sebelum ia meninggal, kami mengobrol terakhir kali.
Saya tak akan mampu hadir di kuliah Bapak," katanya.
"Saya tahu, Tommy."
"Maukah Bapak menceritakannya untuk saya?
Maukah Bapak menceritakannya pada dunia untuk saya?"
"Ya, Tommy. Saya akan melakukannya."
 
Oleh: John Powell, S.J.

ALLAH ADALAH KEBUTUHAN

ALLAH ADALAH KEBUTUHAN

Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah (Mazmur 42:2).
Betapa seringnya kita membaca ayat ini. Kesimpulan apakah yang kita peroleh dari ayat-ayat dalam mazmur ini. Dikuatirkan kita tidak mencapai sasaran pengertian ayat ini. Kita memahaminya dengan baju kita atau pengertian kita yang masih dangkal. Walaupun kita bisa begitu mudah berkata: “ Sperti rusa merindukan sungai yang berair demikianlah jiwaku merindukan Engkau Tuhan…Yesus, Yesus kau berarti bagiku. Perlu dipersoalkan oleh kita sekarang adalah “seberapa perlunya kita terhadap-Nya”. Lalu juga harus dipersoalkan “mengapa kita memerlukannya?”. Ini bukan pertanyaan konyol, tetapi pertanyan prinsip yang sangat menentukan mutu atau kwalitas relasi kita dengan Tuhan. Seberapa dalam hubungan kita dengan Tuhan sangat ditentukan oleh jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut. Kita harus mempersoalkan ini dengan serius kalau kita mau sungguh-sungguh bertuhan dengan benar dan memiliki kehidupan secara benar.
Dari pernyataan-pernyataan pemazmur kita dapat menangkap betapa kuatnya “rasa butuhnya” pribadi pemazmur terhadap Tuhan. Seperti rusa merindukan sungai yang berair. Perhatikan kata “sungai” dalam ayat ini. Dalam teks ibraninya “awfeek”, aliran air. Bukan sungai mati, tetapi sungai yang mengalir. Hal ini menunjukkan rusa membutuhkan air secara berlimpah dan berkesinambungan. Baginya sungai itu adalah kehidupannya. Aliran air tersebut bukan sekedar hobi, alat penunjang dan pelengkap hidup tetapi kehidupan itu sendiri. Ia tidak dapat hidup tanpa aliran sungai tersebut.
Dari Mazmur 42: 1-5 kita memperoleh kesimpulam penting: Bahwa tidak ada yang kita perlukan dalam hidup ini seperti kita memerlukan Tuhan. Kita merasa memerlukan Tuhan bukan sekedar karena kita orang beragama maka kita datang ke gereja dan melakukan syariatnya agama kita, ke gereja adalah bagian syariat agama yang dianggap penting. Hampir semua agama berpendirian bahwa datang ke rumah ibadah adalah syariat penting dan sering dianggap utama. Jadi bias dimengerti kalau banyak orang berpikir, kalau suidah dating ke gereja berarti sudah memenugi panggilannya bersekutu dengan Tuhan. Harus memeriksa diri dengan jujur yaitu “kita butuh Tuhan karena Tuhan sendiri, atau karena suatu kebutuhan” . Kalau kita butuh Tuhan karena didesak persoalan hidup duniawi atau suatu kebuituhan maka kita telah menjadikan Tuhan alat atau sarana semata-mata bukan tujuan.
Bila seseorang bersikap demikian terhadap Tuhan, yaitu datang ke gereja atau bertuhan memang karena ita harus beragama, maka pada umumnya orang akan menjadikan Tuhan sekedar pelengkap kehidupan. Tuhan menjadi tambahan yang memang dianggap penting, tetapi sepenting apapun tetap adalah tambahan. Sesungguhnya Tuhan bukanlah pelengkap atau tambahan. Ban serep mobil kita itu penting. Banyak orang tidak berani mengendarai mobilnya tanpa ban serep. Tetapi tetap ban serep, bukan ban yang digunakan menggelindingkan mobil itu. Tuhan tidak sejajar dengan ban serep mobil.
Dia adalah kehidupan itu sendiri. Kita tidak memiliki kehidupan tanpa Tuhan atau hidup ini bukanlah sebuah kehidupan bila tanpaTuhan. Tuhan lebih penting dari nafas kita. Dia lebih berharga dari jantung kita. Dia kita butuhkan lebih dari kita membutuhkan darah. Apalagi harta dalam bentuk uang dan fasilitas yang lain. Tentu Tuhan kita butuhkan lebih dari kita membutuhkan apapun dan siapapun. Tuhan adalah kehidupan kita sendiri. Bagi yang belum menikah jodoh bukan jawaban yang utama. Bagi yang belum punya anak, keturunan bukanlah jawaban kebutuhan kita. Bagi yang dalam problem ekonomi uang bukanlah jawaban. Bagi yang dalam persoalan rumah tangga, Tuhanlah jawabannya. Bagi yang sakit Tuhanlah jawabannya. Memiliki Tuhan berarti memiliki kehidupan. Cukuplah hidup ini kalau kita memiliki Tuhan dan bersekutu dengan benar. Bila bersikap demikian maka kita benar-benar memuliakan Tuhan dan bersikap sepantasnya. Selanjutnya sikap seperti inilah yang menciptakan keintiman hubungan yang luar biasa dengan Tuhan.
Kebenarnnya ini sukar dikenakan, karena ketidak dewasaan kita. Kedengarannya enak, mudah kita mengamininya, tetapi sukar melakukannya. Namun demikian kita harus melatih diri untuk mengenakan kebenaran tersebut. Di rumah petak kecilmu hadirkan Tuhan. Maka itu lebih dari tinggal diistana raja-raja. Semarakkan hidupmu dengan hadirat Tuhan walau tanpa celoteh anak-anak di rumahmu. Sukacitakan jiwa kita dengan berjalan bersama Tuhan ditengah tikaman kesunyian tanpa teman hidup. Bahkan ketika maut mengancam karena sakit penyakit atau yang lain nikmati kabut kemuliaanNya yang menyertai kita yaitu pendampinganNya atas kita.
Hendaknya kita ke gereja atau datang kepada Tuhan bukan hanya karena kita menghadapi suatu masalah atau suatu kebutuhan. Tuhan menjadi sumber pertolongan dan kekuatan yang memenuhi segala kebutuhan kita. Dalam hal ini Tuhan menjadi pendukung kehidupan kita, penopang kehidupan kita. Kedengarannya benar tetapi ini juga belum tepat. Ini bukan berarti salah. Tuhan memang sumber pertolongan kita. Tetapi sikap seperti ini masih sikap orang Kristen second grade. Masih orang-orang Kristen kelas dua. Kalau mau kelas satu, harus menjadikan Tuhan sebagai kebutuhan satu-satunya dan yang paling utama. Kita datang ke gereja atau mencari Tuhan bukan ketika sedang ada dalam persoalan atau kebutuhan semata-mata. Tuhan bukan sekedar seperti supermarket yang kita kunjungi karena ada suatu kebutuhan yang daripadanya kita dapat memperolehnya. Dalam segala keadaan kita membutuhkan Tuahan, sebab Dialah kehidupan kita.
Kebutuhan kita sebenarnya adalah Tuhan sendiri. Bukan karena ada kebutuhan lalu kita membutuhkan Tuhan. Tetapi Tuhan sendirilah kebutuhan kita. Bila demikian maka kita akan merasa puas dengan apapun yang kita miliki hari ini. Sama seperti hubungan kita dengan pasangan hidup. Bagaimana kita memperlakukan pasangan hidup kita selama ini ?. Kita membutuhkan dia karena untuk sesuatu hal atau karena memang kita membutuhkan dia. Coba perhatikan, kalau sepasang manusia sudah dihanyutkan oleh cinta, maka hasrat mereka untuk membangun rumah tangga tidak didorong oleh apapun tetapi oleh cinta itu semata. Cinta itulah yang membangun sikap hati merasa membutuhkan pasangannya. Biarpun tinggal di gubug derita, sepiring ebrdua, tidur diatas tikar tetapi itu bukan menjadi masalah. Berbeda dengan wanita yang mau menikah dengan pria karena oria mengendarai mobil mewah atau karena fasilitas lain. Wanita seperti sukar setia dalam arti yang sebenarnya. Pada hakekatnya ia tidak menikah dengan pria itu tetapi menikah dengan hartanya.
Pada akhirnya kalau kita mencari Tuhan bukan karena berkatNya bukan pul akaren asorgaNya tetapi karena Tuhan sendiri. Tuhyan itulah sorga kita. Tuhan itulah berkat kita. Dalam hal ini kita mengerti mengapa pemazmur berkata: “…tidak ada yang kuingini di bumi selain Engkau (Maz 73:25-26). Seorang penginjil India yang hebat bernama Sadhu Sundar Sigh berkata” Aku rela masuk neraka asal Tuhan ada disana. Jelas kalau Tuhan ada di Neraka maka Neraka menjadi sorga.
Tuhan adalah kehidupan kita, adalah pernyataan penting yang melandasi seseorang membangun hubungan dengan Tuhan. Melandasi orang bertuhan dengan benar. Kefanatikan seperti ini adalah kefanatikan sehat yang tidak melukai orang lain, kecuali orang yang mau binsa. Kefanatikan seperti ini harus digelorakan dalam jiwa kita. Harus dikobarkan dalam jiwa kita. Hal ini akan menyembuhkan segala penyakit jiwa yang menggrogoti kehidupan kita. Dengan sikap hati seperti ini bias dipastikan jiwa kita akan menjadi sehat sempurna. Inilah jalan kesembuhan bagi jiwa yang sakit.
Diambil dari : http://khotbaherastus.blogspot.com/2008/12/allah-adalah-kebutuhan.html

Kunci Sukses Gereja di China

Suatu hari, saya pulang dari gereja. Di jalan saya ngobrol dengan teman-teman saya. Topik kita, apa bedanya gereja di China dengan gereja di Indo?
Di China saya beribadah di 1 gereja kecil tapi punya iman sangat besar.
Punya iman yang bisa mengoncang surga. Tempat ibadah kita itu sempit sekali, kita harus duduk berdesak-desakan. Malahan sering banget saya kebagian tempat duduk persis di sebelah WC. Gereja saya ngga punya band.
Kita cuman kebaktian pake piano. Yang maen piano juga biasa aja.
Pemimpin pujiannya juga orang-orang biasa. Ada kasir rumah sakit, ada guru. Ngga ada yang punya kemampuan MC yang wah … Yang bisa menarik jemaat. Lagu-lagunya juga lagu-lagu biasa. Yang khotbah juga orang-orang biasa. Ngga ada yang lulusan STT. Mereka semua orang-orang ‘awam’. Ada yang dokter, dosen. Pokoknya semua orang biasa.
Tapi guys, suasananya luar biasa. Saya belum pernah di Indo dateng ke 1 kebaktian yang suasananya bisa menandingi atmosfir penyembahan di gereja itu. Begitu jemaat berdiri & kita nyanyi 1 lagu, suci-suci-suci, hadirat Tuhan langsung turun. Begitu pemimpin pujiannya membacak an 1 bagian dari mazmur, hati saya bisa langsung nyesss … seolah-olah Tuhan sendiri yang berbicara. Kalau pas pengkhotbahnya yang notabene orang-orang awam khotbah, semua jemaat diam.
Saya sendiri bisa terheran-heran, apa yang mereka bicarakan, banyak yang saya sudah tau, tapi kalau mereka bicara itu beda. Mereka punya kuasa. Mereka tidak khotbah dengan bahasa yang tinggi-tinggi, mereka ngga pernah kutip kata-kata orang-orang terkenal, mereka khotbah dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga saya yang mandarinnya pas-pasan aja bisa ngerti dengan jelas.
Apa sih yang mereka khotbahkan!
Berkat! Kesembuhan! Bisnis lancar! NGGA.
Dari minggu k! e minggu yang mereka khotbahkan intinya selalu sama.
PENGABARAN INJIL. Topiknya bisa beda-beda, tapi intinya selalu sama, PI.
Mereka juga bicara soal kasih Tuhan, soal pengampunan, soal tanggung jawab, tapi mereka selalu membawa kepada PI. Berapa banyak orang yang sudah kamu bawa kepada Tuhan! Apa semua keluargamu sudah percaya?
Dan kalau denger kesaksian mereka, saya & temen-temen saya selalu terharu. Kesaksian mereka ‘beda’ dengan yang kita sebut dengan kesaksian di Indo.
Biasanya di Indo orang bersaksi, dulu saya sakit. Puji Tuhan sekarang sembuh. Bisnis saya dulu bangkrut, Puji Tuhan sekarang lancar. Tapi di China …
Ada kesaksian tentang seorang anak perempuan. Papa mamanya ngga percaya Tuhan. Tiap kali anaknya berdoa selalu diomelin. Kalau di Indo kita pasti berharap akhirnya papa mamanya percaya. Memang akhirnya papa mamanya percaya. Tapi papa mamanya percaya justru di hari PEMAKAMAN anak perempuan itu. Anak itu akhirnya mati karena kecelakaan yang tragis .. menurut kita itu ngga happy end … tapi setelah papa mamanya percaya Tuhan, mereka selalu bawa orang ke gereja. Pernah di 1 kebaktian mereka bawa 8 orang!! Dan semuanya (8 org itu) percaya Tuhan!
Ada kesaksian tentang seorang pensiunan kepala sekolah yang akhirnya bertobat. 4 hari sesudah dia bertobat, dia bawa 2 orang percaya Tuhan. 6 bulan kemudian, dia buka 1 persekutuan di rumahnya! Kepala sekolah ini tiap kali baca alkitab pasti nangis … dia menyesal kenapa ngga dari dulu percaya Tuhan!
Ada lagi kesaksian tentang seorang yang bisnisnya bangkrut, karena stress dia sakit parah, lalu di rumah sakit dia percaya Tuhan Yesus (kalau di Indo biasanya ‘akhirnya happy ending’ penyakitnya sembuh, bisnisnya lancar), tapi dia ngga. Setelah dia percaya Tuhan Yesus, sakitnya tambah parah. Akhirnya … MATI. Ngga happy end kan! Itu kan menurut kita … menurut Tuhan itu happy END!
Kesaksia! n yang laen tentang seorang suami, istrinya meninggal (ngga disembuhkan Tuhan loh!) Trus dia malah kesaksian. Selesai kesaksian dia nyanyi 1 lagu. You Yi Wei Shen (There’s A God).
Guys, can u see the difference!
Mereka TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN KENYAMAN MEREKA! itu bedanya dengan kita.
Yang mereka pikirkan itu kemuliaan Tuhan, jiwa-jiwa, bukan bisnis lancar!
Bukan kesembuhan. Pikiran mereka selalu, gimana caranya supaya ada lebih banyak lagi orang yang percaya sama Tuhan.
Fokus dari anak-anak Tuhan di China itu adalah jiwa-jiwa, jiwa jiwa & JIWA-JIWA. Mereka ngga pernah berdoa minta sound system terbaru, mereka tidak pernah berdoa untuk mobil pastori yang baru … boro-boro mikir mobil, punya sepeda aje udeh Haleluya Puji Tuhan! yang mereka doakan adalah, TUHAN NYATAKAN KEMULIAANMU. Tambahkan jumlah orang-orang yang percaya. Kau sudah berkati kami dengan kasih-Mu yang melimpah, kami mau orang-orang laen juga percaya, juga ! menikmati kasih-Mu.
Ngga heran kalau jumlah orang percaya terus bertambah! Karena MEREKA TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI, yang mereka pikirkan itu Tuhan!
Gimana Tuhan ngga mengabulkan doa mereka, kalau mereka meminta apa yang jadi kerinduan Tuhan!
Guys, saya ngga bilang tidak bole h berdoa supaya bisnis lancar, bukan itu, tapi kemana fokus hati kita!
Berapa sering di Indo kita khotbah soal P! 1 bulan 1 kali … itu udeh banyak. Mereka tiap minggu!
Dan ngga ada yang bosen. Kenapa! Karena siapa pun yang khotbah, ada kuasa Tuhan yang bekerja. Dan banyak yang bertobat.
Hari ini, sebelon selesai kebaktian, ada seorang dokter yang bilang, bahwa dia yakin bahwa Tuhan PASTI akan menambah jumlah orang-orang percaya.
Dia ngga bilang, semoga Tuhan menambah jumlah orang-orang percaya. Atau, Kalau Tuhan berkehendak. Dia bilang, Tuhan PASTI. Itu yang saya bilang iman yang bisa mengoncang surga. Mereka orang-orang yang sederhana, tapi mereka orang-orang yang mengerti hati TUHAN!
Saya sih ngga heran kalau nanti di surga saya melihat ada encim-encim yang jualan sayur di pasar punya kedudukannya lebih tinggi daripada banyak pendeta.
Karena dia mengerti hati Tuhan! Kemana hati Tuhan tertuju!
Jiwa-jiwa. Itu hati Tuhan.
Di Indo kita ribut soal transformasi … tapi masalahnya itu ngga akan bisa terjadi kalau orang-orang Kristen di Indo terus bersikap kayak anak-anak MANJA, yang cuman peduli dengan kesehatan saya, mobil saya, gereja saya, rumah saya, bisnis saya, anjing saya … saya saya saya & saya.
Selama gereja cuman peduli dengan KESEJAHTERAAN gerejanya … non sense.
Kalau gereja cuman peduli sama nama baik gereja, tata tertib gereja, mobil gereja, doktrin gereja, sound system gereja … pernah ngga sih kita berpikir, apa Tuhan seneng denger doa yang isinya cuman berkati saya, berkati saya, berkati anjing saya!
Guys, GROW UP!! STOP MIKIRIN DIRI SENDIRI.! Pikirkan orang laen!
Pikirkan gereja lain. Jangan cuman kebutuhan gerejamu!
Pikirkan negaramu, jangan cuman dirimu!
Guys, saya &n teman-teman saya di sini berpikir … kapan yah, kalau kita balik ke Indo kita bisa liat gereja-gereja berubah. Ngga saling berantem. Ngga saling tuding-tuding, “Sesat loe!
Gereja gue paling bener, paling sah.”
Kapan yah kita bisa liat anak-anak muda di banyak gereja, bisa Puji Tuhan dengan semangat sekalipun tanpa musik … kapan yah kita bisa liat anak-anak Tuhan di Indo punya semangat yang berkobar-kobar untuk PI ke orang-orang di sekelilingnya. Kapan yah kita bisa denger kesaksian-kesaksian yang lahir dari kesesakan … bukan cuman karena dapet rejeki nomplok! Ujian lulus! Kapan ya …
Saya rindu, itu sudah terjadi sebelon Tuhan Yesus datang kembali ..
oleh: Grace Suryani, China.

“666″ TEMUKAN DAN HITUNG BILANGAN ANGKA ITU DIMANA PUN BERADA !

Firman Tuhan mengatakan…
Wahyu 13 : 17 ~ dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjualselain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu binatang itu atau bilangan namanya.
Wahyu 13 : 18 ~ Yang penting di sini ialah hikmat:barangsiapa yangbijaksanabaiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.
PERHATIKAN HURUF YANG BERTULIS TEBAL DAN MIRING !
1. “…tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual…”
Banyak orang yang akan bingung dengan kebutuhan sehari-harinya, mereka harus memakai tanda itu (666) untuk membeli dan menjual segala sesuatu. Khususnya mereka umat Kristen yang mengetahui ini semua, mereka sangat bingung untuk mengambil keputusan. Apa yang terjadi ketika pada masa itu datang ? Akankah kita bisa menahan diri untuk menolak ?
Tidak taukah kalian barang-barang yang ada di supermarket itu sudah menjadi kebutuhan pokok kita, bahkan shampo untuk rambut kita pun tidak mau kita ganti dengan merk lain. So, what the next to do ? …
2. “…binatang itu atau bilangan namanya.”
Berarti “BINATANG = BILANGAN” binatang itu sudah menjelma sebagai bilangan yang sudah menyebar kemana-mana yaitu angka 666. Kalian tau contoh apa saja yang sudah masuk 666 ? baca sampai akhir ulasan seputar Alkitab ini.
3. “Yang penting di sini adalah hikmat….” “…bijaksana…”
Solusi untuk pertahanan kita terhadap bilangan 666 itu adalah kita harus memiliki hikmat dan menjadi bijaksana. Lalu hikmat itu untuk apa ?…. next no. 4
4. “…baiklah ia menghitung bilangan binatang itu…”
Hikmat kita dipergunakan untuk MENCARI DAN MENCOBA UNTUK SELALU BERHITUNG-HITUNG SEGALA SESUATU YANG BISA MENJADI BILANGAN 666 ATAU ANGKA 666.
5. “…enam ratus enam puluh enam…”
Firman Tuhan sudah jelas untuk menyatakan bilangan 666 yang akan menjadi penguasa di dunia ketika hari kiamat. Be Careful !
Contoh (perlu hikmat dan bijaksana untuk menjugde ini) : ***belum tentu juga

1. DJI SAM SOE 234
Coba kalian hitung angka 234 dengan “234 di balik” menjadi 432
234 + 432 = 666
2. Barcode 666
Kalian pasti tau kan setiap barcode yang ada di produk-produk yang dijual di supermarket. Disitu ada 3 GARIS YANG LEBIH PANJANG DI ANTARA LAINNYA. Banyak yang membicarakan bila itu di scan ada angka di balik barcode itu yang sengaja tidak ditulis dibawah garis. Tertulis angka 666 dari 3 Garis itu.
3. Peristiwa baru-baru ini yaitu 60+ Earth Hour
Mematikan lampu sejak pukul 20.30 sampai 21.30. Muncul Angka 666 dibalik sebuah kegiatan.
4. Munculnya Chip RFID (666)
Chip yang di tanamkan ke tangan kanan atau dahi. Seukuran ruas jari telunjuk lebih kecil malah. Yang berfungsi untuk menampilkan data profile seseorang dan melacak keberadaan seseorang melalui satelit yang terpancar lewat Chip RFID tersebut.